Kupang, RakyatNTT.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tidak ada penambahan korban meninggal dunia dalam penanganan gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada H+14, Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan pembaruan data BNPB, total korban meninggal dunia akibat gempa NTT masih bertahan di angka 111 jiwa.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan tidak terdapat penambahan korban meninggal dalam pembaruan data terbaru.

Iklan

“Hari ini kami tidak mencatat adanya penambahan jumlah korban meninggal. Sehingga total korban meninggal di catatan kami tetap sebanyak 111 orang,” ujar Berton dalam konferensi pers daring, Jumat (28/8/2026).

Manggarai jadi Daerah dengan Korban Terbanyak

Dari total 111 korban meninggal dunia, Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 45 jiwa.

Selanjutnya, Manggarai Timur mencatat 38 korban meninggal, Nagekeo 13 jiwa, Sikka 6 jiwa, Ngada 5 jiwa, Ende 3 jiwa, dan Manggarai Barat 1 jiwa.

Rinciannya sebagai berikut:

  • Manggarai: 45 jiwa
  • Manggarai Timur: 38 jiwa
  • Nagekeo: 13 jiwa
  • Sikka: 6 jiwa
  • Ngada: 5 jiwa
  • Ende: 3 jiwa
  • Manggarai Barat: 1 jiwa

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar korban meninggal terkonsentrasi di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur.

Korban Perempuan Lebih Banyak

BNPB juga mencatat adanya perbedaan komposisi korban berdasarkan jenis kelamin.