Untuk mencapai target tersebut, diperlukan keterlibatan berbagai unsur, termasuk pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, relawan, dan organisasi kemanusiaan.

Ia berharap pengalaman penanganan bencana di daerah lain dapat menjadi pembelajaran dalam mempercepat pemulihan masyarakat NTT.

Menurut JK, proses pemulihan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dan kehidupannya secara normal.

Iklan

“Bencana adalah persoalan kemanusiaan. Semua agama mengajarkan untuk membantu orang yang sedang kesusahan. Itulah harapan kita,” pungkas JK.

Dorongan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT, sekaligus memastikan proses pembangunan kembali rumah warga dilakukan secara gotong royong, tepat sasaran, dan memanfaatkan potensi sumber daya lokal. (*/rnc)