Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan ruas jalan yang benar-benar membutuhkan penanganan.

“Karena ada efisiensi anggaran yang cukup besar, tidak semua jalan bisa langsung dikerjakan. Jadi, jalan yang kondisinya benar-benar rusak parah akan menjadi prioritas untuk diperbaiki demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Namun, pekerjaan yang telah dinantikan masyarakat tersebut masih menghadapi sejumlah kendala.

Iklan

Aloysius menyebut persoalan akses masyarakat saat pekerjaan jalan berlangsung menjadi salah satu hambatan yang perlu segera dicarikan solusi.

Ia berharap pemerintah provinsi turut membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

“Memang masih ada sedikit kendala. Karena itu, kami sangat berharap pemerintah provinsi juga membantu terkait akses jalan di sana,” katanya.

Menurut Aloysius, persoalan tersebut berkaitan dengan kebiasaan masyarakat yang tetap ingin menggunakan jalur utama meskipun sedang dalam proses pengerjaan.

“Ketika kami turun ke lapangan, kami juga memberikan pemahaman kepada pihak yang mengerjakan jalan dan masyarakat. Ketika pekerjaan dimulai dari cabang Kodi menuju ke atas, masyarakat tetap ingin melewati jalur tersebut dan tidak mau menggunakan jalur lain,” ungkapnya.

Minta Warga Dukung Pekerjaan Jalan

Aloysius menilai dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar proses pembangunan jalan tidak terganggu.