Bibit tersebut juga akan ditanam di lahan milik GMIT seluas 4 hektare di Desa Enoneten.

Program ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi sekitar 302 kepala keluarga (KK) yang tersebar di Jemaat Silo Toifau dan Tilon Kaka.

Dengan demikian, rumah pembibitan tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi bibit, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi jemaat berbasis potensi lokal.

Iklan

Target Produksi Bibit Terus Meningkat

Rumah Pembibitan Asam di Klasis Amanuban Selatan menambah daftar program pembibitan yang dikembangkan melalui kolaborasi GMIT dan GAMKI NTT.

Sebelumnya, rumah pembibitan telah didirikan di Klasis Amfoang Selatan, Amarasi Selatan dan Semau.

Kolaborasi tersebut juga menunjukkan peningkatan target produksi bibit. Pada 2025, sebanyak 10.000 anakan diproduksi di Klasis Amabi Oefeto Timur.

Sementara pada 2026, target produksi ditingkatkan menjadi 25.000 anakan.

Pengembangan rumah pembibitan di berbagai wilayah NTT diharapkan dapat memperluas gerakan penanaman pohon produktif sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah.

Bagi GMIT dan GAMKI NTT, gerakan tersebut menjadi upaya menghubungkan ekonomi jemaat, pelestarian lingkungan dan ketahanan menghadapi krisis iklim dalam satu program yang dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang. (*/rnc)