Asisten II Setda TTS Agnes Linda S. Fobia menilai pemilihan tanaman asam sangat sesuai dengan karakter wilayah Amanuban Selatan yang menghadapi perubahan cuaca ekstrem dan fenomena pancaroba.

Menurutnya, pengembangan tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mampu beradaptasi dengan kondisi iklim menjadi salah satu pendekatan yang dapat dilakukan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Program tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif sumber pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat di wilayah pedesaan.

Iklan

Berawal dari Pengalaman Pemuda Jemaat

Ketua Majelis Jemaat Silo Toifau Pdt. Marlon Foeh menjelaskan, gagasan pendirian rumah pembibitan mandiri tidak muncul begitu saja.

Inisiatif tersebut berawal dari pengalaman dalam Camp Pemuda Klasis Amanuban Selatan Tahun 2026. Saat itu, pemuda menerima bantuan bibit pinang, tetapi jenis tanaman tersebut dinilai kurang sesuai dengan kondisi geografis wilayah setempat.

Dari pengalaman tersebut, pemuda dan jemaat kemudian berinisiatif memproduksi sendiri bibit tanaman yang dinilai lebih cocok dengan lingkungan setempat, salah satunya tanaman asam.

10.000 Bibit akan Ditanam di Lahan GMIT

Sebanyak 10.000 bibit asam yang diproduksi melalui rumah pembibitan di Klasis Amanuban Selatan nantinya akan dibagikan kepada jemaat.