Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan harus berlangsung secara berkelanjutan dan tidak boleh terhambat oleh pergantian kepemimpinan.

Ia menegaskan kepentingan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan politik.

“Saya tidak melihatnya dari sisi politik. Saya melihat kepentingan yang jauh lebih besar, yaitu kepentingan masyarakat Sabu Raijua, khususnya anak-anak kita yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi,” tegas Krisman.

Kehadiran kampus di daerah, kata dia, menjadi bagian penting dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak Sabu Raijua yang sebelumnya harus meninggalkan daerah untuk melanjutkan kuliah.

Pemkab Sabu Raijua Pernah Siapkan Beasiswa Daerah

Bupati mengungkapkan, pada masa awal operasional PSDKU Polije, jumlah mahasiswa masih terbatas. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar lulusan SMA memilih melanjutkan pendidikan ke luar daerah.

Untuk menjaga keberlangsungan kampus sekaligus mendorong minat anak-anak daerah melanjutkan pendidikan tinggi, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua mengambil langkah dengan memberikan beasiswa daerah kepada mahasiswa angkatan pertama.

Namun, keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi salah satu tantangan dalam mendukung pembiayaan pendidikan tinggi.