Seba, RakyatNTT.ID — Bupati Sabu Raijua Krisman B. Riwu Kore resmi menutup rangkaian Malam Kesenian dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2026, Selasa (18/8/2026).

Rangkaian kegiatan yang digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sabu Raijua itu meliputi Lomba Ledo, Pedoa, Tari Kreasi, serta Fashion Show Modifikasi Tenun Ikat Sabu Raijua.

Kegiatan berlangsung meriah dan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat, terutama generasi muda, terhadap seni dan budaya daerah.

Iklan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sabu Raijua, Ketua DPRD Sabu Raijua, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, para Asisten Sekda, pimpinan OPD, pimpinan BUMN dan BUMD, Ketua Harian KONI, Camat Sabu Barat, Lurah Mebba, Pj. Kepala Desa Menia, panitia pelaksana serta para peserta lomba.

Bukan Sekadar Kompetisi

Dalam sambutannya, Bupati Krisman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan. Penghargaan diberikan kepada panitia pelaksana, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dewan juri, aparat keamanan hingga seluruh peserta dari berbagai kecamatan.

Menurut Krisman, Lomba Ledo, Pedoa, Tari Kreasi dan Fashion Show Modifikasi Tenun Ikat tidak boleh dipandang hanya sebagai ajang perlombaan.

“Lomba Ledo, Pedoa, Tari Kreasi dan Fashion Show Modifikasi Tenun Ikat Sabu Raijua bukan sekadar ajang kompetisi. Kegiatan ini merupakan ruang pembelajaran, ruang ekspresi dan ruang pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” kata Bupati Krisman.

Ia menegaskan, budaya Sabu Raijua harus terus dihidupkan, dikembangkan dan diperkenalkan lebih luas. Budaya tidak cukup hanya dikenang sebagai warisan leluhur, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan generasi masa kini.

Ledo dan Pedoa, kata Krisman, merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Sabu Raijua yang mengandung nilai kebersamaan, persatuan, penghormatan serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara itu, tari kreasi menunjukkan bahwa kebudayaan dapat berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan jati diri. Begitu pula dengan fashion show modifikasi tenun ikat yang menjadi ruang untuk memperkenalkan motif, kain dan busana khas Sabu Raijua.

Budaya Didorong jadi Kekuatan Ekonomi

Bupati Krisman juga melihat potensi besar budaya sebagai salah satu kekuatan pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita ingin menjadikan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah, yang tidak hanya memperkuat identitas masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi kreatif, memberdayakan para pelaku seni, penenun, pengrajin, pelaku UMKM, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua berkomitmen mendukung kegiatan seni dan budaya secara berkelanjutan. Upaya tersebut diarahkan tidak hanya untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga mengembangkan sektor pariwisata serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Krisman berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dengan melibatkan lebih banyak generasi muda. Dengan demikian, kecintaan terhadap budaya lokal dapat tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pesan untuk Pemenang dan Peserta

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Krisman turut menyampaikan selamat kepada para pemenang lomba. Prestasi yang diraih diharapkan menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi seni serta budaya yang dimiliki.

Sementara bagi peserta yang belum berhasil menjadi juara, ia berpesan agar tidak berkecil hati. Menurutnya, setiap penampilan yang telah diberikan tetap menjadi kontribusi penting dalam menjaga keberlangsungan budaya Sabu Raijua.

“Teruslah berlatih, terus berkarya dan terus mencintai budaya kita,” pungkasnya.

Penutupan kegiatan semakin semarak saat Bupati Krisman bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMN dan BUMD, Ketua Harian KONI, Camat Sabu Barat, Lurah Mebba serta Pj. Kepala Desa Menia menyerahkan piala, piagam penghargaan dan bonus kepada para pemenang.

Bupati Krisman juga turut mengikuti Ped’oa bersama. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan budaya Sabu Raijua.

Rangkaian Lomba Ledo, Pedoa, Tari Kreasi dan Fashion Show Modifikasi Tenun Ikat Sabu Raijua kemudian secara resmi dinyatakan ditutup.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi penguat persatuan, kecintaan terhadap tanah air serta semangat bersama membangun Sabu Raijua yang maju, bersatu dan bermartabat. (*/rnc)