Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ini bukan upaya mencari kesalahan. Ini cara menjaga Bank NTT. Bank NTT membutuhkan kepercayaan, bukan kedekatan politik
Bank NTT sedang membangun kembali kepercayaan melalui KUR. Karena itu, jangan sampai program yang seharusnya menjadi instrumen ekonomi rakyat justru menimbulkan persepsi bahwa KUR menjadi bagian dari mesin politik.
KUR harus masuk ke desa-desa, pasar, kelompok UMKM, petani, nelayan, perempuan dan anak muda. Bukan menjadi milik satu partai.
Gubernur sebagai pemegang saham pengendali justru seharusnya menjadi orang pertama yang menjaga jarak institusional itu.
Sebab semakin besar kekuasaan seseorang terhadap sebuah institusi publik, semakin besar pula kewajiban untuk mencegah konflik kepentingan.
Pada akhirnya, persoalannya sederhana: Bank NTT boleh dekat dengan pemerintah karena pemerintah adalah pemegang saham. Bank NTT boleh dekat dengan rakyat karena rakyat adalah pengguna jasanya. Tetapi Bank NTT harus menjaga jarak yang sehat dari kepentingan politik praktis.
Sebab Bank NTT bukan Bank Gubernur. Bukan Bank Golkar. Bukan Bank DPRD. Bank NTT adalah bank pembangunan daerah yang kredibilitasnya merupakan milik seluruh rakyat Nusa Tenggara Timur.
Dan kredibilitas itu jangan dipertaruhkan hanya demi sebuah kegiatan politik. (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan