Analisis terbaru menunjukkan bencana tersebut dipicu oleh runtuhnya bagian gletser di kawasan Himalaya. Material berupa es, batu, air dan sedimen dalam jumlah besar kemudian masuk ke sistem sungai.

Aliran material tersebut menghasilkan gelombang banjir bandang yang bergerak cepat menuju kawasan Nepal dan Tibet.

Derasnya arus menghantam permukiman, jalan, jembatan, jaringan listrik serta berbagai fasilitas umum. Sejumlah wilayah bahkan terisolasi setelah akses transportasi terputus.

Iklan

Lebih dari 5.000 Personel Dikerahkan

Pemerintah Nepal mengerahkan lebih dari 5.000 personel tentara dan polisi untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.

Helikopter dan drone digunakan untuk menjangkau kawasan yang sulit didatangi melalui jalur darat.

Sedikitnya 125 orang telah berhasil dievakuasi hingga Kamis. Sementara itu, tim penyelamat terus menyisir bantaran sungai serta wilayah hilir yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus.

Namun, proses pencarian menghadapi berbagai kendala.

Kerusakan jalan dan jembatan, gangguan komunikasi, pemadaman listrik serta medan Himalaya yang sulit membuat operasi penyelamatan berlangsung penuh tantangan.

Korban Banjir Nepal Masih Berpotensi Bertambah

Pemerintah Nepal memperingatkan bahwa jumlah korban masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses pencarian.