Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Para dosen mendapatkan pendampingan untuk menyempurnakan CPL, CPMK, hingga Sub-CPMK agar selaras dengan pendekatan OBE.
Selain itu, teknologi Artificial Intelligence (AI) mulai diperkenalkan sebagai salah satu alat yang dapat membantu mempercepat proses penyusunan RPS dan Standar Operasional Prosedur (SOP) laboratorium.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan tetap ditempatkan sebagai alat bantu bagi dosen, sementara substansi akademik dan validasi tetap menjadi tanggung jawab sivitas akademika.
Bidik Lulusan Adaptif dan Berdaya Saing
Melalui pembaruan kurikulum berbasis OBE dan integrasi SDGs, Prodi Agroteknologi Faperta Undana optimistis dapat menghasilkan lulusan yang lebih adaptif terhadap perubahan sektor pertanian.
Kurikulum baru diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi persoalan ketahanan pangan, perubahan iklim, teknologi pertanian modern dan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Prodi Agroteknologi Faperta Undana dalam memantapkan kesiapan menghadapi proses akreditasi LAMPTIP dan mengejar predikat Akreditasi Unggul.
Dengan kolaborasi antara pimpinan, dosen, alumni dan stakeholder, pembaruan kurikulum diharapkan tidak berhenti pada perubahan dokumen, tetapi benar-benar menghasilkan proses pembelajaran yang relevan dan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan