Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Workshop selanjutnya diikuti jajaran pimpinan fakultas, pengelola program studi hingga dosen pengampu mata kuliah.
Dekan Fakultas Pertanian Undana, Dr. Tomycho Olviana, S.P., M.M.A., menegaskan dukungan penuh fakultas terhadap transformasi kurikulum tersebut.
“Pengembangan dan pembenahan kurikulum berbasis OBE ini sangat krusial bagi Fakultas Pertanian guna memastikan proses pembelajaran yang relevan, adaptif, serta selaras dengan standar mutu nasional dan kebutuhan dunia kerja,” tegas Tomycho.
Kurikulum Harus Menjawab Tantangan Pertanian
Koordinator Prodi Agroteknologi, Yasinta Letek Kleden, S.P., M.Sc., mengatakan pembaruan kurikulum diperlukan karena tantangan sektor pertanian terus mengalami perubahan.
Menurutnya, isu ketahanan pangan, perubahan iklim dan pertanian berkelanjutan membutuhkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan zaman.
“Tantangan pertanian saat ini sudah berubah, mulai dari isu ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga pertanian berkelanjutan, sehingga kurikulum kita pun harus mampu menjawab tantangan tersebut,” ujar Yasinta.
Dengan pendekatan OBE, proses pembelajaran diarahkan pada capaian kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Dosen Didorong Seragamkan RPS Berbasis OBE
Dalam workshop tersebut, Dr. Ir. Mais Ilsan, M.P., memaparkan kebijakan pengembangan kurikulum berbasis OBE serta strategi mengintegrasikan indikator SDGs ke dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan