Kupang, RakyatNTT.ID – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mengajak seluruh insan olahraga untuk bersama-sama mengembalikan kejayaan tinju NTT yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil petinju terbaik di Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Kejuaraan Tinju Antar Sasana Se-NTT Viktor Bungtilu Laiskodat by PERBATI Session 1 yang diselenggarakan Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) Provinsi NTT di Rai Ida Tower, Jalan Timor Raya Km 5, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (28/7/2026).

Menurut Johni Asadoma, kebangkitan prestasi tinju NTT hanya dapat diwujudkan melalui pembinaan atlet yang berkesinambungan, penyelenggaraan kompetisi secara rutin, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Iklan

NTT Pernah Menjadi Kekuatan Besar Tinju Indonesia

Dalam sambutannya, Johni mengingatkan bahwa NTT memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kekuatan utama tinju nasional. Banyak petinju asal NTT yang sukses mengharumkan nama daerah di tingkat nasional hingga internasional.

“Kita pernah merajai tinju Indonesia. NTT sangat diperhitungkan di kancah nasional, tetapi kejayaan itu tidak akan bisa dipertahankan apabila tidak ada pembinaan yang berkelanjutan, tidak ada sasana, dan tidak ada pertandingan. Dari pertandinganlah lahir petinju-petinju andal,” ujar Johni.

Ia menegaskan bahwa berbagai prestasi yang pernah diraih para petinju NTT merupakan hasil dari proses panjang berupa latihan disiplin, pembinaan yang konsisten, serta pengalaman bertanding yang terus menerus.

Karena itu, kejuaraan antar sasana dinilai menjadi wadah penting untuk menjaga regenerasi atlet sekaligus menjaring bibit-bibit petinju berbakat dari seluruh kabupaten dan kota di NTT.

PON 2028 jadi Target Kebangkitan Tinju NTT

Johni Asadoma menilai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, yang akan digelar bersama oleh Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, merupakan momentum strategis untuk mengembalikan prestasi olahraga tinju di daerah.

Ia berharap cabang olahraga tinju mampu menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi kontingen NTT pada pesta olahraga nasional tersebut.

“Saat ini kita tengah mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Nasional Tahun 2028 dan Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menjadi tuan rumah bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk itu dibutuhkan kerja keras dan kolaborasi semua pihak. Kita harus bergandengan tangan menciptakan ekosistem olahraga tinju yang sehat dan berprestasi pada PON tahun 2028,” tegasnya.

PERBATI dan Sasana Diminta Perkuat Pembinaan Atlet

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur juga mengajak seluruh pengurus cabang olahraga tinju, khususnya PERBATI, bersama seluruh sasana tinju di NTT agar memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Menurutnya, pembinaan tidak boleh hanya dilakukan menjelang kejuaraan, tetapi harus berlangsung secara konsisten mulai dari pencarian bibit, pelatihan, hingga pemberian jam terbang melalui kompetisi.

Dengan sistem pembinaan yang kuat, NTT diyakini mampu kembali melahirkan petinju-petinju berprestasi yang dapat bersaing di level nasional maupun internasional.

Pesan untuk Atlet: Junjung Tinggi Sportivitas

Kepada seluruh atlet yang mengikuti kejuaraan, Johni Asadoma berpesan agar menjadikan ajang tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membangun karakter sebagai seorang petinju.

Ia mengingatkan bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik, tetapi juga sikap sportivitas selama pertandingan.

“Bertandinglah dengan penuh semangat, hormati lawan, dan hormati keputusan wasit,” pesannya.

Apresiasi untuk Pelatih dan Ofisial

Selain memberikan motivasi kepada para atlet, Johni juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelatih dan ofisial yang selama ini dengan penuh dedikasi membina para petinju muda di berbagai sasana di NTT.

Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak terlepas dari kerja keras para pelatih yang terus mendampingi proses latihan, membangun mental bertanding, hingga membentuk karakter disiplin para atlet.

Ia berharap semangat kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, dan seluruh sasana terus diperkuat agar NTT kembali menjadi salah satu kekuatan utama tinju Indonesia.

Melalui Kejuaraan Tinju Antar Sasana Se-NTT Viktor Bungtilu Laiskodat by PERBATI Session 1, Pemerintah Provinsi NTT berharap lahir semakin banyak petinju muda berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menjadi tulang punggung kontingen NTT dalam perburuan medali pada PON XXII Tahun 2028. (*/rnc)