Umbu Lili menegaskan bahwa selama ini GKS telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat melalui pelayanan keagamaan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pelayanan sosial.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari kemiskinan, stunting, gizi buruk, pendidikan hingga pelayanan kesehatan.

“Kami berharap GKS terus menjadi mitra pemerintah dalam memberikan masukan, pendampingan, dan pelayanan kepada masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan bersama,” katanya.

Ketua Sinode Ajak Pengurus Baru Hadirkan Pelayanan Berdampak

Ketua Umum Sinode GKS periode 2022–2026, Pdt. Marlin Lomi, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian Sidang Sinode XLIV GKS yang berlangsung sejak 2 hingga 9 Juli 2026.

Ia menyebut masa kepemimpinan selama empat tahun merupakan amanah yang berat sekaligus mulia.

“Kami bersyukur kepada Tuhan karena perjalanan pelayanan selama empat tahun dapat dilalui dengan baik. Ini adalah kepercayaan besar yang telah kami pertanggungjawabkan selama masa pelayanan,” ungkapnya.

Marlin juga berpesan kepada kepengurusan Sinode GKS periode 2026–2031 agar tema dan subtema sidang tidak berhenti sebagai slogan semata, tetapi diwujudkan melalui pelayanan nyata yang mampu menghadirkan transformasi bagi jemaat dan masyarakat.

BPMS GKS Periode 2026–2031 Resmi Ditetapkan

Sidang Sinode XLIV Gereja Kristen Sumba menetapkan jajaran Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKS periode 2026–2031 sebagai berikut:

  • Ketua Umum: Pdt. Yakob Malo Bili
  • Sekretaris Umum: Aprianus M. Dj. Uma
  • Ketua I: Pdt. Theopilus Mete
  • Ketua II: Pdt. Yohanis Woli

Prosesi penutupan Sidang Sinode XLIV GKS ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma sebagai simbol berakhirnya seluruh rangkaian persidangan yang berlangsung sejak 2 Juli 2026. (*/rnc)