Ia menilai generasi muda Sumba Barat memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah, Provinsi Nusa Tenggara Timur, bahkan Indonesia.

Lebih dari sekadar mencari juara, turnamen ini disebut sebagai wadah pembinaan karakter melalui nilai-nilai kerja sama, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan sportivitas.

“Sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga membentuk karakter serta memperkuat semangat kebersamaan,” tegasnya.

Iklan

Sportivitas Harus Tetap Dijaga

Dalam kesempatan tersebut, Yermia juga mengapresiasi langkah tegas PSSI Kabupaten Sumba Barat bersama panitia dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban selama kompetisi berlangsung.

Ia mengakui sempat terjadi beberapa insiden di lapangan, namun seluruh persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik, penegakan aturan, dan semangat persaudaraan.

Kepada pemain yang menerima sanksi disiplin, Sekda berharap hal tersebut menjadi pelajaran agar lebih menghormati aturan dalam setiap pertandingan.

Ia juga mengingatkan bahwa rivalitas hanya berlaku selama pertandingan berlangsung dan tidak boleh merusak persaudaraan antarpemain maupun antarkontingen.

Pemda Komitmen Dukung Pembinaan Sepak Bola

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, lanjut Yermia, berkomitmen terus mendukung pembinaan olahraga, khususnya sepak bola, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berprestasi.