Selain aktivitas produksi yang meningkat, kondisi keuangan dunia usaha juga dinilai tetap sehat. Likuiditas, tingkat keuntungan (rentabilitas), serta akses pembiayaan perbankan masih berada dalam kondisi yang baik.

Aktivitas Usaha Diperkirakan Sedikit Melambat

Memasuki kuartal III 2026, Bank Indonesia memperkirakan aktivitas dunia usaha masih akan tumbuh meski sedikit melambat.

SBT diproyeksikan berada di level 11,75 persen, dengan pertumbuhan diperkirakan berasal dari sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, reparasi kendaraan bermotor, konstruksi, serta pertambangan yang didukung penurunan curah hujan.

Iklan

Sementara itu, Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia tercatat sebesar 51,43 persen pada kuartal II 2026, sedikit turun dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 52,03 persen.

Meski demikian, angka tersebut masih berada di atas level ekspansi 50 persen. Kinerja industri pengolahan tetap ditopang oleh kenaikan volume produksi, persediaan barang jadi, dan total pesanan.

Proyeksi Rupiah

Berdasarkan perkembangan sentimen global dan domestik tersebut, Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya.

Untuk perdagangan harian, rupiah diproyeksikan berada pada kisaran Rp17.870 hingga Rp17.930 per dolar AS. Sementara sepanjang pekan depan, pergerakan rupiah diperkirakan berada dalam rentang Rp17.750 hingga Rp18.050 per dolar AS, seiring pelaku pasar terus mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, harga minyak dunia, serta arah kebijakan Federal Reserve. (*/rnc)