Ragam Masalah Kesehatan di NTT

Dalam paparannya, Wagub Johni Asadoma menyampaikan berbagai tantangan kesehatan di NTT. Ia mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di sejumlah kabupaten masih tergolong tinggi, di antaranya Kabupaten Sikka dan Kabupaten Sumba Barat Daya yang masing-masing mencapai sekitar 39 persen, serta Kabupaten Belu sebesar 29,3 persen. Selain itu, pada tahun 2025 angka kematian ibu meningkat menjadi 141 kasus, angka kematian bayi mencapai 986 kasus, dan angka kematian balita juga mengalami peningkatan.

Di bidang pengendalian penyakit menular, hingga Juni 2026, terdapat 87 kasus positif malaria dengan satu kasus kematian. Sementara itu, hingga 1 Juli 2026 terdapat 10.209 kasus kumulatif Orang dengan HIV (ODHIV) serta 4.787 kasus tuberkulosis selama periode Januari–Juni 2026.

Iklan

Wakil Gubernur juga menyoroti persoalan rabies yang telah menyebar di 16 kabupaten/kota di NTT. Menurutnya, daerah ini masih membutuhkan sekitar 400.000 dosis vaksin rabies hewan untuk mencapai target kekebalan kelompok (herd immunity) minimal 70 persen populasi anjing. Hingga kini, bantuan dari World Organisation for Animal Health (WOAH) baru memenuhi sekitar 200.000 dosis sehingga masih diperlukan dukungan tambahan, termasuk pembiayaan operasional petugas vaksinator.