Kalabahi, RakyatNTT.ID – Rencana pembangunan Satuan Radar (Satrad) TNI Angkatan Udara di kawasan Gunung Omtel, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, mendapat perhatian dari Perkumpulan Pelindung Tanah Air (PELITA).

Organisasi tersebut meminta Pemerintah Kabupaten Alor meninjau kembali lokasi pembangunan dengan mempertimbangkan keberadaan situs adat dan warisan budaya masyarakat setempat.

Ketua Umum sekaligus Pendiri PELITA, Damanhury Jab, menilai setiap pembangunan yang bersinggungan dengan kawasan adat harus diawali dengan kajian yang komprehensif, mencakup aspek sosial, budaya, hingga lingkungan.

Iklan

Menurutnya, langkah tersebut penting agar pembangunan strategis nasional tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Gunung Omtel Dinilai Miliki Nilai Sejarah dan Spiritual

Damanhury menjelaskan, kawasan Gunung Omtel yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Satrad TNI AU menyimpan sejumlah situs yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat adat Oa dan Adang.

Beberapa di antaranya adalah Sumber Mata Air Ate serta makam para leluhur yang selama ini dianggap sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.

“Keberadaan situs-situs tersebut harus menjadi perhatian serius sebelum pemerintah mengambil keputusan. Aspirasi masyarakat adat juga perlu didengar sebagai bagian dari proses pengambilan kebijakan,” ujar Damanhury, Sabtu (19/7/2026).