Menurutnya, kualitas bawang merah asal Raekore harus terus dijaga agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kualitas bawang merah Raekore harus terus dipertahankan. Gunakan bibit lokal yang sudah terbukti cocok dengan kondisi tanah Sabu Raijua, perhatikan siklus tanam dan panen, serta manfaatkan sumber air yang tersedia secara optimal,” tegas Thobias Uly.

Perluasan Pasar jadi Tantangan Utama

Menanggapi turunnya harga bawang merah akibat meningkatnya produksi, Thobias Uly menilai tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada kemampuan produksi, melainkan pada akses pemasaran.

Iklan

Ia mengatakan peningkatan hasil panen harus diimbangi dengan perluasan jaringan distribusi agar harga jual tetap menguntungkan petani.

“Produksi kita meningkat, tetapi pasar masih terbatas. Karena itu kita harus bersama-sama mencari dan memperluas jaringan pasar agar hasil panen petani memiliki nilai jual yang lebih baik,” ujarnya.

Pemerintah Siapkan Bantuan Pagar Kawat Duri

Menanggapi permohonan kelompok tani terkait kebutuhan pagar, Wakil Bupati meminta agar usulan tersebut segera diajukan secara resmi melalui proposal kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sabu Raijua.

Ia menjelaskan pemerintah daerah telah memiliki program bantuan pagar kawat duri yang mulai direalisasikan sejak tahun sebelumnya untuk melindungi lahan pertanian dari gangguan ternak sekaligus mengurangi potensi konflik antara petani dan peternak.

Komitmen Perkuat Komoditas Unggulan Daerah

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan sarana produksi, peningkatan kualitas hasil panen, serta perluasan akses pasar hingga ke luar daerah dan antarprovinsi.