Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Memperjuangkan keadilan dan kebenaran bukan urusan politik praktis, melainkan bagian dari panggilan iman. Gereja yang hidup dalam kasih Kristus harus berani berdiri bersama mereka yang lemah.
Karena itu, Sidang Sinode Ke-44 seharusnya tidak hanya menghasilkan keputusan administratif. Ia harus menghasilkan keberanian baru. Keberanian untuk mengubah cara gereja melihat pelayanan. Keberanian untuk menyusun peta jalan pelayanan yang lebih nyata.
Keberanian untuk mendengar suara jemaat kecil. Keberanian untuk mengakui bahwa gereja tidak cukup hanya sibuk mengurus dirinya sendiri, tetapi harus semakin terbuka bagi luka dan harapan umat.
Forum Sidang Sinode memiliki posisi penting dalam kehidupan GKS. Dalam pemberitaan Kementerian Agama tentang Sidang Sinode GKS sebelumnya, Sidang Sinode disebut sebagai persidangan gerejawi tertinggi untuk menentukan kebijakan pelayanan GKS.
Karena itu, keputusan yang lahir dari Sidang Sinode bukan hanya catatan organisasi, tetapi arah moral dan teologis bagi perjalanan gereja. Bila Sidang Sinode mengambil keputusan yang membumi, maka seluruh jemaat akan ikut merasakan dampaknya.
Tetapi bila Sidang Sinode hanya menjadi rutinitas kelembagaan, maka tema sebesar apa pun akan sulit hidup dalam kenyataan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan