Menurutnya, masyarakat kesulitan membawa hasil panen ke pusat kota untuk dipasarkan. Selain menempuh jarak yang cukup jauh, perjalanan juga dipenuhi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang dan rusak berat.

“Bagaimana kami bisa menjual hasil komoditas untuk menghidupi keluarga jika kondisi jalan sangat berisiko? Jarak ke kota sudah jauh, ditambah lagi kami harus berharap bisa sampai dengan selamat,” ungkapnya.

Ia juga mengaku prihatin terhadap para pengemudi ojek yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan demi mencari nafkah.

Iklan

UMKM Mengalami Kerugian

Kerusakan jalan juga dirasakan langsung oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Banyak barang dagangan mengalami kerusakan saat proses distribusi karena kendaraan harus melewati jalan berlubang dengan kedalaman yang disebut mencapai hampir 50 sentimeter.

Steven menyebut kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga pernah menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah menjadikan perbaikan jalan sebagai prioritas pembangunan.

Pelaku Usaha: Keuntungan Habis di Jalan

Keluhan serupa disampaikan pelaku usaha kios, Eduard Manilani. Ia mengatakan kerusakan jalan membuat biaya operasional meningkat dan menyebabkan kerugian akibat banyak barang dagangan rusak sebelum sampai ke tujuan.