Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari pembangunan kualitas manusia yang memiliki integritas, moral, kepedulian sosial, dan spiritualitas yang kuat.

“Pemerintah menyadari bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, maupun peningkatan investasi. Pembangunan yang sesungguhnya juga harus menyentuh pembangunan manusia, karakter, moral, dan spiritual masyarakat. Dalam konteks inilah gereja memiliki peran yang sangat strategis sebagai mitra pemerintah,” tegasnya.

Gereja Berperan Mencetak Generasi Berintegritas

Wakil Gubernur menilai gereja memiliki kontribusi besar dalam membentuk generasi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki semangat melayani sesama.

Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan harmonis.

“Kami percaya bahwa ketika gereja terus melahirkan pribadi-pribadi yang jujur, disiplin, pekerja keras, cinta damai, serta memiliki kepedulian sosial, maka sesungguhnya gereja sedang ikut membangun Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Ajak Jemaat Dukung Pembangunan Daerah

Pada kesempatan itu, Johni Asadoma juga mengajak seluruh jemaat GBI Mawar Saron Kupang untuk terus menjadi agen perdamaian, mempererat persaudaraan, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.