Menurutnya, sejumlah tantangan yang masih perlu mendapat perhatian meliputi peningkatan produktivitas pelaku usaha, penyediaan cold storage, penguatan literasi keuangan, hingga perluasan akses pembiayaan bagi UMKM.

Bank Indonesia juga terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT melalui penguatan hilirisasi, pengendalian inflasi, pengembangan UMKM, serta Program One School One Product.

Kepala Daerah Sampaikan Berbagai Aspirasi

Dalam sesi diskusi, para kepala daerah menyampaikan berbagai usulan kepada Banggar DPR RI.

Bupati Manggarai Barat meminta penataan regulasi kapal pinisi yang beroperasi layaknya hotel agar memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao mengusulkan dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat industri garam nasional di daerahnya agar mampu bersaing dengan produk impor.

DPR RI Siap Kawal Aspirasi NTT

Anggota Banggar DPR RI dari Daerah Pemilihan NTT, Anita Gah, menegaskan bahwa NTT membutuhkan perlakuan khusus dalam kebijakan fiskal nasional mengingat karakteristiknya sebagai provinsi kepulauan.

“NTT harus mendapat perhatian secara khusus. Kondisi NTT tidak sama dengan daerah lain, terutama daerah di Pulau Jawa. Karena itu, kebijakan yang diterapkan juga perlu mempertimbangkan kekhususan tersebut,” tegasnya.