Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui karya, inovasi, persatuan, dan semangat membangun daerah.

“Pada masa kini, tugas kita bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mengisi kemerdekaan dengan karya, inovasi, persatuan, dan semangat membangun daerah yang kita cintai,” tegas Wabup.

Mengusung tema “Jiwa Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, festival tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan potensi seni, budaya, kreativitas, dan berbagai bakat lokal.

Iklan

Menurut Thobias, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan rakyat. Festival juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

Hengado Hawu jadi Identitas Budaya Sabu Raijua

Thobias menegaskan Sabu Raijua memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Mulai dari tarian tradisional, musik daerah, tenun, adat istiadat hingga nilai gotong royong merupakan warisan yang harus terus dijaga.

Ia juga menyoroti keberadaan Hengado Hawu yang kini tidak hanya dikenal oleh masyarakat Sabu Raijua, tetapi juga semakin dikenal di luar daerah.

“Adat Sabu, Hengado Hawu, hari ini bukan hanya dikenal oleh masyarakat Sabu Raijua, tetapi juga telah dikenal oleh masyarakat di luar daerah. Ini adalah kebanggaan kita bersama. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga, melestarikan, dan memperkenalkannya kepada generasi muda agar budaya ini tetap hidup dan menjadi identitas yang membanggakan Kabupaten Sabu Raijua,” ujar Thobias.