Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Awalnya soal minyak (BBM) saja, tetapi itu sudah di-top up oleh Keuangan (BKAD),” katanya.
Meski anggaran telah tersedia, persoalan belum sepenuhnya selesai karena stok BBM di lapangan masih terbatas.
Akibatnya, armada pengangkut sampah harus mengantre cukup lama di SPBU, bahkan beberapa kali tidak mendapatkan pasokan bahan bakar.
“Soal pasokan minyak juga terhambat di depo sampai ke SPBU, tetapi kita terus berupaya dan sekarang tetap kita angkut,” ujarnya.
Menurut Max, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ritme pelayanan persampahan di Kota Kupang dalam sepekan terakhir.
Ia memastikan seluruh armada kini kembali dioperasikan untuk mengejar pengangkutan sampah yang sempat tertunda, baik di pasar maupun di lingkungan permukiman.
Max juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai isu yang belum tentu benar terkait pelayanan persampahan.
Pihaknya berkomitmen terus meningkatkan layanan kebersihan agar kondisi lingkungan Kota Kupang kembali bersih dan nyaman bagi masyarakat. (rnc04)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan