Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah sampah menumpuk di dalam lingkungan pasar dan mengganggu aktivitas perdagangan.
“Sehingga tidak ada penumpukan di dalam pasar, sehingga tidak berdampak pada lingkungan,” jelas Ganda.
Meski demikian, produksi sampah di pasar yang berlangsung setiap hari membuat kapasitas TPS terus bertambah. Akibatnya, penumpukan tidak dapat dihindari ketika armada pengangkut tidak beroperasi secara normal.
Pengangkutan Mulai Berjalan Bertahap
Sampah yang mulai menumpuk sejak Selasa (21/7/2026) akhirnya mulai diangkut kembali oleh petugas DLHK pada Sabtu (25/7/2026).
Pengangkutan dilakukan sejak pagi hingga siang hari dan direncanakan berlangsung secara bertahap hingga seluruh tumpukan sampah di empat pasar tersebut dapat diselesaikan.
“Tetapi memang tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa hari ini ada penumpukan dan pekerjaan tidak berjalan normal. Karena produksi sampah di pasar ini kan setiap hari terproduksi,” katanya.
Perumda Pasar memastikan koordinasi bersama DLHK terus dilakukan agar kenyamanan pedagang maupun pengunjung pasar tetap terjaga.
Pedagang Keluhkan Retribusi dan Pelayanan
Menurut Ganda, persoalan sampah menjadi perhatian serius karena selama ini pedagang rutin membayar retribusi kebersihan yang telah masuk dalam biaya harian.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan