Dan Piala Dunia kali Ini, kali ini adalah sebuah perpisahan yang sedih namun indah. Kami melihatmu menangis. Dan kamipun menangis. Kami menangis bukan karena Impian itu kandas. Bukan pula karena trofi itu akhirnya lepas dari genggaman. Kami menangis karena kami tahu sebuah perjalanan sedang mencapai ujungnya. Sebuah era telah berakhir.

Namun, bocah kecil dari Rosario, sebenarnya engkau tidak perlu menangis. Engkau tidak perlu lagi membuktikan apa pun kepada siapa pun. Sepak bola telah lama menjatuhkan putusannya. Sejarah telah menuliskan namamu. Kehidupanmu sendiri telah menjadi kesaksian yang tak memerlukan pembelaan. Dan kami mencintaimu.

Seorang anak kecil dari Rosario yang dahulu harus menyuntikkan hormon pertumbuhan setiap malam telah mengajarkan dunia bahwa keterbatasan bukanlah takdir. Bahwa bakat dapat menjadi keajaiban ketika bertemu kerja keras. Bahwa kebesaran tidak harus berjalan bersama kesombongan. Itulah kemenanganmu yang sesungguhnya.

Iklan

Suatu saat nanti, Piala dan Ballon d’Or akan dipajang di museum. Statistik akan dipecahkan. Rekor akan dilampaui. Tetapi kenangan tentang cara engkau membuat kami jatuh cinta kepada sepak bola akan tinggal jauh lebih lama daripada angka-angka itu.