Sejumlah lembaga keuangan dan perusahaan pialang mulai meningkatkan proyeksi bahwa bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga acuan. Ekspektasi tersebut dipicu oleh kenaikan harga energi sepanjang bulan serta meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mendorong inflasi kembali meningkat.

Data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin atau lebih pada pekan ini mencapai 36,3 persen, melonjak tajam dibandingkan 16 persen pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan September bahkan diperkirakan mencapai 81 persen, mencerminkan semakin kuatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat.

Iklan

Penurunan Harga Minyak Belum Tekan Dolar

Meski penghentian sementara serangan Amerika Serikat terhadap Iran mendorong harga minyak dunia turun dan sedikit meredakan tekanan inflasi global, dampaknya terhadap pasar obligasi masih relatif terbatas.

Kepala Riset Pepperstone, Chris Weston, menilai minimnya minat investor terhadap obligasi pemerintah AS berjangka pendek justru menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan dolar.

“Ketiadaan minat beli yang signifikan pada obligasi pemerintah AS tenor pendek telah membantu menjaga dolar AS tetap kuat,” ujar Chris Weston.