Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Partai Demokrat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Imanuel Horo, mendukung rencana pembangunan Arena Pacuan Kuda Omba Calo di Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Imanuel, pembangunan arena pacuan kuda tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan sektor peternakan kuda di Sumba Barat Daya apabila didukung dengan kebijakan pemerintah yang tepat.
Hal itu disampaikan Imanuel usai mengikuti rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih Kota Tambolaka melalui gerakan nasional “Langit Biru Indonesia Asri”, Jumat (31/7/2026).
“Kalau itu berkaitan dengan kegiatan peningkatan kemasyarakatan, itu akan mendorong pertumbuhan pengembangan ternak di daerah. Yang kita harapkan adalah pemerintah memfasilitasi sehingga tidak hanya mengharapkan partisipasi masyarakat, tetapi juga ada dukungan penyiapan bibit kuda yang bagus,” kata Imanuel.
Ia menilai antusiasme masyarakat terhadap olahraga pacuan kuda masih sangat tinggi karena merupakan bagian dari budaya masyarakat Sumba.
“Bahkan di Kodi kalau ada kegiatan pacuan kuda, orang lupa makan karena begitu tertarik. Jadi kalau Pemda mencanangkan pembangunan lapangan pacuan, saya kira kita dukung. Partai Demokrat mendukung sepenuhnya,” ujarnya.
Namun demikian, Imanuel mengingatkan pemerintah daerah agar memperhatikan keberlangsungan populasi kuda di Sumba Barat Daya yang saat ini dinilai terus menurun akibat banyaknya kuda produktif yang dijual ke luar daerah.
Menurutnya, kondisi tersebut harus segera dikendalikan agar tidak menghambat proses pengembangbiakan kuda lokal.
“Dulu waktu saya masih bekerja di Sumba Timur, kuda yang dikirim ke luar daerah itu kuda yang sudah tidak produktif. Sekarang justru kuda-kuda produktif yang keluar, sehingga proses pengembangbiakan kita menurun,” katanya.
Ia mencontohkan, penurunan populasi kuda mulai terlihat saat pelaksanaan Pasola, di mana masyarakat mulai kesulitan mendapatkan kuda untuk mengikuti tradisi tersebut.
“Buktinya saat Pasola, orang yang naik kuda saja sudah mulai berkurang. Itu artinya populasi kuda kita memang menurun,” ucapnya.
Imanuel berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBD dapat menerbitkan kebijakan yang mengatur agar kuda-kuda produktif tidak lagi dikeluarkan dari daerah. Selain itu, pemerintah juga didorong untuk mengembangkan program pembibitan guna meningkatkan kualitas dan populasi ternak kuda.
Ia mengungkapkan, pengalaman di Kabupaten Sumba Timur dapat dijadikan contoh. Saat itu, pemerintah mendatangkan bibit kuda unggul dari Australia dan Malang untuk dikembangbiakkan, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Saya kira perlu ada penetapan dari pemerintah daerah agar kuda produktif jangan dikeluarkan. Kalau perlu ditambah dengan program pembibitan seperti yang pernah dilakukan di Sumba Timur. Dengan begitu populasi dan kualitas kuda di Sumba bisa terus meningkat,” tutup mantan Asisten I Sekda SBD itu. (rnc29)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan