Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu yang mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) sehingga layanan menjadi lebih mudah diakses, terintegrasi, dan efektif.
Ia menegaskan keberhasilan transformasi tersebut membutuhkan komitmen seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu hingga mitra pembangunan.
Martha juga mengapresiasi dukungan Stimulan Institute dan Save the Children dalam pengembangan E-Book Pintar Posyandu serta pelaksanaan pelatihan peningkatan kapasitas kader.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menargetkan sedikitnya 30 persen Posyandu telah menerapkan Transformasi Posyandu 6 Bidang Layanan pada tahun 2026 melalui pembentukan Posyandu percontohan di setiap kecamatan dan desa.
Bupati: Posyandu Harus Menjangkau Seluruh Siklus Kehidupan
Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade menegaskan bahwa Transformasi Posyandu merupakan kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat pelayanan dasar yang lebih luas, terintegrasi, dan menjangkau seluruh siklus kehidupan masyarakat.
Menurutnya, Posyandu kini telah berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mengintegrasikan enam bidang layanan dasar, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga pelayanan sosial.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan