Ketiga, meningkatkan pendidikan kebencanaan bagi peserta didik agar memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan sejak dini sehingga mampu menjadi agen keselamatan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Selain itu, Ratu Wulla meminta pengurus SEKBER SPAB segera menyusun rencana kerja tahunan sebagai pedoman pelaksanaan program. Delapan sekolah yang telah memperoleh pendampingan diharapkan menjadi model penerapan SPAB yang nantinya dapat direplikasi ke seluruh sekolah di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Melalui pembentukan SEKBER SPAB, Pemkab SBD menegaskan komitmennya membangun sistem pendidikan yang aman, tangguh, dan berketahanan terhadap bencana. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, mitra pembangunan, organisasi masyarakat, hingga sektor swasta diharapkan mampu memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana sekaligus memberikan perlindungan yang optimal bagi seluruh warga sekolah. (rnc29)

Iklan