Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai memperkuat penerapan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) melalui delapan sekolah percontohan yang akan menjadi model bagi seluruh satuan pendidikan di daerah tersebut.
Komitmen itu ditegaskan Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, saat membuka Rapat Perdana Sekretariat Bersama (SEKBER) SPAB Kabupaten SBD, Senin (13/7/2026).
“Kita mulai dengan mewujudkan delapan sekolah dampingan sebagai contoh penerapan SPAB yang baik, kemudian direplikasi ke seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Target kita ke depan adalah semakin banyak sekolah yang memiliki standar operasional prosedur (SOP), peta evakuasi, serta didukung pembiayaan yang memadai, termasuk melalui pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” ujar Ratu Wulla.
Menurut dia, pembentukan SEKBER SPAB menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun satuan pendidikan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Ratu Wulla juga menyampaikan apresiasi kepada CS Timor dan Save the Children Indonesia yang telah mendampingi delapan sekolah melalui Proyek GenRY.
Ia menilai dukungan berbagai mitra pembangunan menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pemerintah daerah menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik.
Ia menegaskan percepatan pembangunan di Kabupaten SBD tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Keselamatan anak di lingkungan sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ratu Wulla menjelaskan pembentukan SEKBER SPAB merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana.
Melalui regulasi tersebut, setiap satuan pendidikan didorong menerapkan prinsip-prinsip sekolah aman bencana sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap warga sekolah.
Bupati memaparkan, terdapat tiga fokus utama yang akan dijalankan melalui SEKBER SPAB. Pertama, menciptakan sekolah yang aman secara fisik melalui bangunan yang memenuhi standar keamanan serta tersedianya jalur evakuasi yang jelas.
Kedua, memperkuat manajemen penanggulangan bencana di lingkungan sekolah dengan membentuk tim siaga bencana, menyusun SOP, dan melaksanakan simulasi kebencanaan secara berkala.
Ketiga, meningkatkan pendidikan kebencanaan bagi peserta didik agar memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan sejak dini sehingga mampu menjadi agen keselamatan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Selain itu, Ratu Wulla meminta pengurus SEKBER SPAB segera menyusun rencana kerja tahunan sebagai pedoman pelaksanaan program. Delapan sekolah yang telah memperoleh pendampingan diharapkan menjadi model penerapan SPAB yang nantinya dapat direplikasi ke seluruh sekolah di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Melalui pembentukan SEKBER SPAB, Pemkab SBD menegaskan komitmennya membangun sistem pendidikan yang aman, tangguh, dan berketahanan terhadap bencana. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, mitra pembangunan, organisasi masyarakat, hingga sektor swasta diharapkan mampu memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana sekaligus memberikan perlindungan yang optimal bagi seluruh warga sekolah. (rnc29)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan