Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Untuk memenuhi kebutuhan tanaman hias, UPTD Pertamanan juga bekerja sama dengan pelaku usaha tanaman serta Politeknik Pertanian Kupang dalam penyediaan bibit maupun kegiatan penanaman.
Kekurangan Tenaga jadi Kendala
Selain keterbatasan anggaran, DLHK juga menghadapi persoalan minimnya sumber daya manusia.
Saat ini, UPTD Pertamanan hanya memiliki sekitar 40 pegawai yang harus menangani perawatan berbagai taman dan boulevard di seluruh Kota Kupang.
Fokus pengawasan harian pun baru dapat dilakukan di dua lokasi, yakni Taman Nostalgia dan Taman Generasi Penerus.
“Rutinitas mereka sebagian besar hanya menyapu karena taman selalu kotor. Jumlah petugas yang ada belum ideal sehingga pekerjaan dilakukan selama delapan jam setiap hari dengan personel yang terbatas,” kata Theresia.
Untuk taman dan boulevard lainnya, perawatan dilakukan secara bergilir melalui jadwal kerja bakti setiap pekan agar seluruh kawasan tetap mendapatkan perhatian meski dengan keterbatasan personel.
Koordinasi Lintas OPD Belum Maksimal
Theresia juga menilai pengelolaan taman belum optimal karena koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) masih belum berjalan maksimal.
Menurutnya, peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam pengawasan kawasan taman masih perlu diperkuat, terutama untuk mencegah kerusakan fasilitas maupun kehilangan tanaman.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan