Selain itu, sejumlah permainan anak, seperti ayunan dan perosotan, juga mengalami kerusakan. Beberapa tanaman hias bahkan dilaporkan hilang.

Sementara di kawasan Alun-alun Kota Kupang, ranting pohon yang tidak dipangkas menjulur hingga menutupi jalur pejalan kaki di sisi timur taman. Sampah yang berserakan juga menambah kesan kurang terawat pada ruang publik tersebut.

taman-3
Lampu taman Tagepe tampak rusak dan belum diganti. (Foto: Rocky/RakyatNTT.ID)

DLHK Akui Terkendala Anggaran

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala UPTD Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Theresia Maria Inacio, mengakui masih terdapat berbagai kendala dalam pengelolaan taman dan boulevard.

Iklan

Menurutnya, anggaran yang dialokasikan kepada UPTD Pertamanan hanya diperuntukkan bagi kegiatan rutin, seperti pemeliharaan tanaman, bukan untuk memperbaiki fasilitas fisik yang rusak.

“Kalau terkait anggaran tahun 2026, kami memang tidak memiliki anggaran untuk perbaikan fasilitas. Kami bekerja sesuai pagu yang diberikan dan selama ini fokus pada kegiatan rutin,” ujarnya.

Kegiatan rutin tersebut meliputi perawatan tanaman bunga, rumput, pengadaan tanah hitam, serta penyediaan bibit tanaman.