Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Permasalahan utama, kata dia, bukan terletak pada kelayakan penerima, melainkan rumitnya proses administrasi yang harus dilalui, mulai dari pendataan, pembukaan rekening bank, aktivasi rekening, hingga proses pencairan dana yang mengharuskan orang tua mengurus seluruh tahapan secara mandiri.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat kesulitan mengakses bantuan pendidikan yang menjadi hak anak-anak mereka.
Hadirkan “PIP Melayani” dengan Sistem Jemput Bola
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Stevano bersama tim aspirasi mengembangkan skema pelayanan “PIP Melayani” dengan pendekatan jemput bola.
Melalui sistem ini, tim turun langsung ke lapangan bersama jajaran PDI Perjuangan mulai dari tingkat DPC, PAC hingga ranting untuk mendata calon penerima sekaligus mendampingi seluruh proses administrasi hingga pencairan bantuan.
Pendekatan tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan penerima manfaat sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengakses Program Indonesia Pintar.
Hasilnya, ribuan siswa yang sebelumnya belum pernah terdata sebagai penerima PIP maupun yang sempat tertunda pencairannya kini berhasil kembali memperoleh akses terhadap bantuan pendidikan tersebut.
“Itulah yang kami lakukan. Semua kader turun langsung menemui para orang tua di rumah-rumah. Proses pendataan dan aktivasi kami dampingi hingga akhirnya hari ini mereka menerima sertifikat sebagai tahapan menuju pencairan dana beasiswa,” jelasnya.
Beasiswa Diharapkan Digunakan untuk Kebutuhan Pendidikan
Stevano berharap dana Beasiswa Program Indonesia Pintar dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk menunjang kebutuhan pendidikan para siswa, seperti membeli seragam, buku, alat tulis, maupun perlengkapan belajar lainnya.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan