“Bagi saya, NAMAS bukan hanya tentang kota yang bersih secara fisik. NAMAS juga berarti adanya kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong untuk menjaga lingkungan dan masa depan kota ini bersama-sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Serena menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang akan terus membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda dalam berbagai program pembangunan, khususnya di bidang lingkungan hidup, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan karakter.

“Saya percaya anak muda hari ini bukan hanya penerus masa depan, tetapi penentu arah masa depan itu sendiri. Karena itu Pemerintah Kota Kupang akan selalu membuka ruang kolaborasi bagi anak-anak muda yang ingin berkarya dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Iklan

Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan sekaligus perwakilan Yayasan Cita Masyarakat Madani, Sapris Takain, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan serta pentingnya membangun kesadaran generasi muda sebagai agen perubahan.

Menurutnya, melalui aksi penanaman mangrove, pembersihan lingkungan, dan berbagai kegiatan edukatif lainnya, diharapkan tumbuh budaya peduli lingkungan sejak usia dini sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antar komunitas di Kota Kupang.