“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia bersama seluruh mitra yang terus mendukung pemerintah dan masyarakat dalam upaya percepatan pengendalian serta eliminasi malaria di Pulau Sumba,” ujarnya.

Menurut Angga Kaka, malaria masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian dan kerja sama dari seluruh pihak.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi malaria tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan semata, tetapi juga ditentukan oleh tingkat kesadaran, partisipasi aktif, dan perubahan perilaku masyarakat.

Iklan

“Keberhasilan eliminasi malaria tidak hanya ditentukan oleh pelayanan kesehatan, tetapi juga oleh kesadaran, partisipasi, dan perubahan perilaku masyarakat,” katanya.

Karena itu, Angga Kaka mengajak para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta relawan eliminasi malaria untuk mengambil peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Menurut dia, para tokoh tersebut memiliki posisi penting dalam menggerakkan masyarakat agar mampu mencegah, mengenali, dan menangani malaria secara tepat.

Ia juga menilai pelaksanaan pelatihan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kemampuan para tokoh kunci dalam bidang komunikasi, advokasi, fasilitasi, serta pengorganisasian masyarakat.