Menurut Paskalina, penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya aktivitas masyarakat yang memanfaatkan sungai untuk mencuci hewan sembelihan. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi meningkatkan kandungan besi dalam air hingga melampaui batas aman.

“Jika ditemukan kadar besi yang melebihi ambang batas, kami akan melakukan edukasi kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas yang berpotensi mencemari sungai,” ujarnya.

Perkuat Kesehatan Mental Pengasuh Panti Asuhan

Sementara itu, tim dari Program Studi Farmasi berhasil lolos melalui skema PKM-Pengabdian kepada Masyarakat dengan program bertajuk “PKM-PM TANGGUH”.

Iklan

Program yang diketuai Meliana Dominika Wensia ini akan dilaksanakan di Panti Asuhan Kasih Agape. Berbeda dari program pengabdian pada umumnya, fokus kegiatan tidak ditujukan kepada anak-anak panti, melainkan kepada para pengasuh yang merupakan alumni panti asuhan tersebut.

Meliana menjelaskan bahwa kesiapan mental dan kemampuan pengasuhan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

“Kami melihat adanya tantangan pada kesiapan mental pengasuh internal. Karena itu, kami ingin membantu mereka membangun kesehatan mental yang baik sekaligus meningkatkan kualitas pola asuh bagi anak-anak panti,” jelasnya.

Hadirkan Gagasan Teknologi Pemulihan Pasca-Stroke

Prestasi lainnya datang dari kolaborasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter dan Farmasi yang lolos pada skema PKM-Video Gagasan Konstruktif (VGK).