Mbay, RakyatNTT.ID – Kasus rabies kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Nagekeo. Penyakit mematikan yang ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies (HPR) itu dinilai masih menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat apabila penanganan pascagigitan dan upaya pencegahan belum berjalan secara optimal.

Perhatian tersebut disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Nagekeo dari Fraksi Partai Perindo, Kosmas Lawa Bagho, menyusul meninggalnya seorang siswi SMPK Kotagoa, Kecamatan Boawae, Yohana Clarisa Mowa, yang berdasarkan informasi mengalami gigitan hewan penular rabies pada Februari 2026 dan kemudian dinyatakan positif rabies.

Kematian Pelajar jadi Alarm Serius

Kosmas Lawa Bagho menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya pelajar tersebut. Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Iklan

“Kasus meninggalnya seorang pelajar akibat rabies harus menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Upaya pencegahan dan penanganan perlu diperkuat, terutama memastikan masyarakat mendapat akses cepat terhadap vaksin anti rabies dan layanan kesehatan setelah terjadi gigitan hewan penular rabies,” kata Kosmas dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026).