Panitia tersebut beranggotakan Soekarno, Mohammad Hatta, Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Mohammad Yamin, A.A. Maramis, Soetardjo Kartohadikoesoemo, dan Otto Iskandardinata.

Pada 22 Juni 1945, dilakukan pertemuan lanjutan yang melibatkan sejumlah anggota BPUPKI. Pertemuan tersebut menghasilkan pembentukan Panitia Sembilan, yang bertugas menyusun rumusan final dasar negara dan rancangan Pembukaan UUD.

Panitia Sembilan dipimpin oleh Soekarno sebagai ketua dan Mohammad Hatta sebagai wakil ketua. Anggota lainnya terdiri dari Achmad Soebardjo, Mohammad Yamin, Wahid Hasyim, Abdul Kahar Muzakir, Abikoesno Tjokrosoejoso, Haji Agus Salim, dan A.A. Maramis.

Iklan

Piagam Jakarta Menjadi Cikal Bakal Pancasila

Dari hasil kerja Panitia Sembilan lahirlah Piagam Jakarta, sebuah dokumen penting yang menjadi cikal bakal rumusan final Pancasila.

Setelah melalui berbagai pembahasan dan kompromi politik menjelang kemerdekaan, rumusan tersebut akhirnya dimasukkan ke dalam Pembukaan UUD 1945 yang disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agustus 1945.

Adapun isi Pancasila yang berlaku hingga saat ini adalah:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila pada 2016

Tujuh puluh satu tahun setelah pidato bersejarah tersebut, pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.