Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Waingapu, RakyatNTT.ID – Tragedi berdarah yang diduga dipicu pesta minuman keras (miras) dan persoalan pencurian buah mangga menggemparkan warga Jalan Palapa, Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/6/2026) dini hari.
Satu orang dilaporkan tewas, sementara tiga lainnya mengalami luka bacok serius.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu bermula ketika sejumlah pemuda menggelar pesta miras di salah satu kamar kos di kawasan tersebut.
Dalam kondisi dipengaruhi alkohol, beberapa pemuda keluar dari kos dan berupaya mengambil buah mangga milik warga di seberang jalan dengan cara melemparinya menggunakan batu. Lemparan tersebut mengenai atap seng rumah warga sehingga mengundang perhatian pemilik rumah.
Saat keluar, pemilik rumah mendapati salah seorang pemuda tengah memegang buah mangga yang baru saja jatuh. Teguran yang awalnya dimaksudkan untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik justru memicu adu mulut karena para pemuda dalam keadaan mabuk.
Keributan kemudian bergeser ke area kos. Situasi sempat memanas setelah sejumlah orang dari luar masuk dan mengejar para pemuda yang terlibat cekcok.
Meski sempat mereda, pertikaian kembali pecah ketika salah seorang penghuni kos keluar sambil berteriak menantang kelompok lawan.
Pada puncak keributan, kedua kelompok diduga mengeluarkan senjata tajam berupa parang khas Sumba. Dalam situasi yang kacau, aksi saling serang pun tidak terhindarkan.
Korban jiwa dalam peristiwa tersebut adalah Ongko Jeri. Warga yang berniat melerai pertikaian itu justru menjadi sasaran sabetan parang. Korban mengalami luka robek parah di bagian leher dan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat pendarahan hebat.
Selain Ongko Jeri, tiga pemuda lainnya juga mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh. Warga segera mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Aparat kepolisian dari Polres Sumba Timur yang tiba di lokasi langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) guna mencegah kemungkinan terjadinya aksi balas dendam antar-kelompok.
Tim Opsnal Satreskrim Polres Sumba Timur kemudian melakukan olah TKP, mengamankan sejumlah barang bukti berupa parang, serta memeriksa sejumlah saksi.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Sumba Timur, AKP Bery Nathaniel, memastikan kasus tersebut telah ditangani oleh penyidik Satreskrim. Polisi juga telah mengamankan terduga pelaku utama pembacokan.
“Kasus keributan berdarah ini sudah ditangani sepenuhnya oleh Satreskrim Polres Sumba Timur. Terduga pelaku pembacokan sudah kami amankan,” kata AKP Bery Nathaniel.
Polisi masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kronologi lengkap serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam bentrokan berdarah tersebut. (*/rnc)






WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan