Sarasehan yang berlangsung hingga sore hari itu ditutup dengan harapan besar agar Adonara tidak lagi dikenal karena konflik yang berulang, melainkan menjadi simbol kematangan budaya, kuatnya persaudaraan, serta kemampuan masyarakat menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah. (rnc)