Selain bunga yang lebih ringan, sistem pembayaran di koperasi juga dinilai lebih memberi ruang bagi anggota.

Menurut dia, pembayaran angsuran dilakukan setiap bulan, berbeda dengan pinjaman harian yang penagihannya dilakukan keesokan hari setelah dana dicairkan.

Yakobus mengatakan, pelayanan kepada anggota menjadi komitmen utama KSP Kopdit Pintu Air.

Iklan

Ia menegaskan bahwa pengurus tidak hanya menyalurkan pinjaman, tetapi juga memberikan pendampingan apabila anggota mengalami kesulitan membayar angsuran.

“Kami sudah siap menjadi hamba bagi anggota. Kalau bulan depan belum bisa membayar, kami datang untuk memberikan edukasi agar mereka memahami bahwa koperasi ini dibangun untuk saling menolong,” katanya.

Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan moto KSP Kopdit Pintu Air, yakni “Ketika kau susah aku bantu, aku susah kau bantu.”

Dalam kesempatan yang sama, Yakobus mengungkapkan perkembangan KSP Kopdit Pintu Air di Pulau Sumba terus menunjukkan peningkatan.

Ia menyebutkan, koperasi tersebut kini telah memiliki delapan kantor cabang yang tersebar di empat kabupaten di Pulau Sumba.

Perluasan jaringan itu diawali dari Sumba Timur, kemudian berkembang ke Sumba Barat Daya di Waitabula, Waibakul di Sumba Tengah, hingga kini membuka KCP di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.