Waikabubak, RakyatNTT.ID — Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH, memimpin langsung Apel Kesatuan yang dihadiri oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Barat pada Senin (22/6/2026) pagi.

Momen apel ini menjadi ruang evaluasi sekaligus apresiasi besar atas pencapaian kinerja pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Bupati Yohanis Dade menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta jajarannya.

Iklan

Apresiasi ini diberikan atas kerja keras dan komitmen tinggi sehingga Pemkab Sumba Barat raih WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh perangkat daerah. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan OPD yang telah bekerja dengan baik sehingga kita kembali memperoleh opini WTP,” ujar Bupati Yohanis Dade dengan bangga.

Warning Bupati: Selesaikan Rekomendasi BPK dalam Waktu 30 Hari

Meski sukses mempertahankan opini WTP yang kelima, Bupati Yohanis Dade mengingatkan jajarannya untuk tidak terlena. Beliau menegaskan bahwa predikat WTP bukan berarti tanpa evaluasi.

Terkait hasil pemeriksaan BPK, Bupati meminta seluruh OPD untuk bergerak cepat menindaklanjuti berbagai catatan dan temuan yang masih ada. Sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, tenggat waktu penyelesaian diberikan secara ketat.

“Saya minta seluruh perangkat daerah segera menyelesaikan seluruh catatan dan temuan BPK. Dalam waktu 30 hari, tidak boleh ada lagi yang tertunggak sehingga seluruh rekomendasi dapat ditindaklanjuti dengan baik,” tegas Bupati secara instruktif.

Soroti Disiplin ASN dan Penataan Ketat Pasar Lama

Selain membahas opini WTP, Bupati Sumba Barat juga menyoroti dua isu penting lainnya demi meningkatkan kualitas pelayanan publik, yakni disiplin kerja dan penataan ruang publik.

1. Mempertahankan Disiplin Kerja ASN

Bupati Yohanis Dade menekankan bahwa disiplin kerja yang sudah berjalan baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat wajib dipertahankan bahkan ditingkatkan. Menurutnya, kedisiplinan merupakan pilar utama dan kunci penting dalam menghadirkan pelayanan optimal bagi masyarakat Sumba Barat.

2. Penertiban Kawasan Pasar Lama

Isu penataan Pasar Lama juga menjadi perhatian serius dalam Apel Kesatuan kali ini. Bupati meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan instansi terkait demi menjaga ketertiban serta kenyamanan di kawasan pasar tersebut.

Secara khusus, Bupati memberikan peringatan keras agar tidak ada aktivitas dari oknum keluarga maupun pihak-pihak tertentu yang mencoba menghambat atau mengganggu jalannya proses penataan pasar oleh pemerintah.

Bupati Yohanis Dade berharap seluruh ASN di Sumba Barat dapat semakin memacu kinerja, profesionalitas, dan tanggung jawab mereka. Hal tersebut dinilai krusial guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di masa depan. (*/rnc)