Kupang, RakyatNTT.ID – Program Studi (Prodi) Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan Kemah Kerja Bakti Mahasiswa (KKBM) di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.

Kegiatan yang berlangsung pada 3 hingga 8 Mei 2026 tersebut menjadi wadah implementasi ilmu politik yang berpadu dengan kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda. Program ini melibatkan kolaborasi aktif antara dosen, mahasiswa, serta Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Undana.

Fokus utama KKBM tahun ini adalah memperkuat peran lembaga adat dalam kehidupan sosial masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran politik melalui pendekatan edukatif dan humanis.

Iklan

Tanamkan Nilai Antikorupsi dan Tingkatkan Literasi Siswa

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tim KKBM menyasar sektor pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai integritas dan kesadaran demokrasi sejak dini.

Di SD Inpres 1 Riung, mahasiswa Ilmu Politik Undana memberikan edukasi antikorupsi melalui metode storytelling atau bercerita. Pendekatan tersebut dipilih agar pesan tentang kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dapat lebih mudah dipahami oleh anak-anak.

Kegiatan edukatif tersebut ditutup dengan pembuatan “Pohon Harapan” sebagai simbol komitmen terhadap nilai-nilai positif, serta penyerahan bantuan buku guna mendukung peningkatan literasi siswa.

Sementara itu, di SMAS Kejora Riung, mahasiswa memberikan pembekalan kepada para pemilih pemula mengenai pentingnya partisipasi politik dalam kehidupan demokrasi.

Salah satu peserta KKBM, Rachel Alicia Wattimena, menjelaskan bahwa edukasi tersebut bertujuan membangun kesadaran politik yang sehat di kalangan generasi muda agar mereka tidak apatis terhadap masa depan demokrasi Indonesia.

FGD Bahas Peran Lembaga Adat di Tengah Perkembangan Zaman

Selain kegiatan pendidikan, Prodi Ilmu Politik Undana juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Camat Riung. Forum ini menghadirkan unsur pemerintah kecamatan dan perwakilan dari 29 lembaga adat yang ada di wilayah tersebut.

Diskusi berfokus pada upaya mempertahankan relevansi nilai-nilai budaya lokal dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Mahasiswi Ilmu Politik Undana, Novari Dalita Hans Reke, menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan para pemangku adat dalam menjaga keberlanjutan kearifan lokal.

“FGD ini bertujuan mendalami bagaimana kearifan lokal tetap menjadi pilar utama dalam tatanan sosial di Riung. Kita harus memastikan nilai-nilai tradisional tetap hidup dan mampu beradaptasi dengan zaman modern,” ujarnya.

Wujud Nyata Program Undana Berdampak

Pelaksanaan KKBM di Riung merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya sukses digelar di Pulau Semau. Melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Prodi Ilmu Politik Undana berupaya mewujudkan semangat “Undana Berdampak”.

Beragam aksi nyata yang dilakukan, mulai dari edukasi politik, penguatan lembaga adat, peningkatan literasi, hingga kepedulian sosial dan lingkungan, menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan masyarakat.

Melalui keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen di tengah masyarakat, diharapkan lahir ekosistem demokrasi yang lebih inklusif, berbudaya, dan berkelanjutan di Kabupaten Ngada, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi generasi masa depan. (*/rnc)