Menurutnya, tugas yang diemban BGN membutuhkan tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai prinsip akuntabilitas.

“Badan Gizi Nasional memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat,” jelas Prasetyo.

Ia menambahkan bahwa Presiden terus memantau pelaksanaan berbagai program yang dijalankan BGN, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Monitoring Selama Hampir 1,5 Tahun

Prasetyo mengungkapkan bahwa keputusan pergantian pimpinan diambil setelah Presiden melakukan monitoring dan evaluasi selama hampir satu setengah tahun. Dalam proses tersebut, pemerintah juga menerima berbagai masukan dari kementerian terkait, masyarakat, hingga para penerima manfaat program.

“Tentu di dalam proses evaluasi tersebut Bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak, baik dari kementerian-kementerian terkait maupun dari masyarakat,” ujarnya.

Masukan tersebut termasuk dari penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis yang selama ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi itulah Presiden akhirnya memutuskan melakukan perubahan di jajaran pimpinan lembaga tersebut.