Sementara itu, Ketua Majelis Klasis (KMK) GMIT Mataru, Pdt. Piter Madjeni, S.Th., menuturkan bahwa gereja tidak hanya berfokus pada pembinaan rohani, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan jemaat melalui penguatan etos kerja, pengelolaan keuangan yang bijak, serta kejujuran dalam berwirausaha.

Menurutnya, peningkatan pendapatan masyarakat membutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

“Tugas gereja bukan hanya soal pembinaan rohani, tetapi kami juga terus berpikir dan bergerak agar ada peningkatan pendapatan per kapita di kalangan jemaat. Karena itu, kerja sama dengan berbagai stakeholder sangat dibutuhkan,” katanya.

Iklan

Kepala Desa Taman Mataru, Yulius Malaipada, menyampaikan apresiasi kepada Partai Perindo dan Klasis GMIT Mataru yang telah membangun sinergi bersama pemerintah desa dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat.

Ia mengakui bahwa pemerintah desa tidak dapat berjalan sendiri dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi sangat penting untuk mendukung pelaksanaan program-program yang dibiayai melalui Dana Desa.

“Wilayah kami memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun dalam pengelolaannya kami masih menghadapi berbagai keterbatasan. Karena itu, hubungan dan komunikasi dengan semua pihak harus terus dibangun. Pemerintah desa sangat terbuka terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan karena ini menyangkut kehidupan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.