Oelamasi, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Kabupaten Kupang bersama UNICEF Indonesia, Bank Kakao dan Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) memperkuat upaya peningkatan layanan air, sanitasi dan kebersihan (WASH) di lingkungan sekolah melalui penyelenggaraan Lokakarya Hasil Penilaian WASH dan Perencanaan Peningkatan Fasilitas WASH yang Inklusif dan Tangguh Iklim.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kupang, Rabu (10/6/2026), dihadiri sebanyak 86 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten, akademisi, organisasi penyandang disabilitas, lembaga teknis, hingga perwakilan sekolah dan mitra pembangunan.

Lokakarya tersebut merupakan tindak lanjut dari asesmen fasilitas WASH yang telah dilakukan pada Mei 2026 di 54 sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Kupang.

Iklan

Penilaian tersebut bertujuan memetakan kondisi akses air bersih, sanitasi dan kebersihan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan peningkatan sarana yang lebih inklusif serta berketahanan terhadap perubahan iklim.

Berbagai instansi terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bapperida Provinsi NTT, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Kantor Wilayah Kementerian Agama, BMKG Stasiun Kupang, Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB), organisasi penyandang disabilitas GARAMIN NTT dan PERDIKK, serta akademisi dari Poltekkes Kemenkes Kupang dan Universitas Nusa Cendana.

Sebanyak 20 Sekolah Ditetapkan sebagai Prioritas

Salah satu hasil penting dari lokakarya tersebut adalah penetapan 20 sekolah prioritas yang akan memperoleh dukungan peningkatan dan rehabilitasi fasilitas air, sanitasi dan kebersihan.