Inovasi jasa pemetaan digital diharapkan mendukung kebutuhan data geospasial yang semakin berkembang, sementara Kompiang Kelor berpotensi menjadi salah satu solusi pangan lokal untuk membantu menekan angka stunting di Nusa Tenggara Timur.

Dengan dukungan dosen pendamping dan pihak universitas, kedua usaha tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi unit bisnis yang berkelanjutan serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja di masa depan. (*/rnc)