Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia menjelaskan bahwa data geospasial memiliki peran penting dalam mendukung penelitian akademik, perencanaan pembangunan, hingga tata kelola pemerintahan desa.
“Kami menggunakan perangkat lunak ArcGIS Pro untuk mengolah data berbasis lokasi secara detail. Ke depan, kami berencana mengembangkan fitur Web-GIS berbasis kode QR agar pelanggan dapat mengakses detail peta secara daring,” ujarnya.
Pengembangan teknologi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan aksesibilitas informasi geospasial bagi masyarakat dan lembaga pengguna.
Kompiang Kelor jadi Inovasi Pangan Pencegah Stunting
Sementara itu, pada kategori makanan dan minuman, tim Sahabat Kelor dari Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana berhasil meraih pendanaan melalui produk inovatif bernama Kompiang Kelor.
Tim yang diketuai oleh Aditia Cahya Saputra menggabungkan pangan lokal khas Nusa Tenggara Timur dengan kandungan nutrisi tinggi daun kelor untuk mendukung upaya pencegahan stunting.
Anggota tim, Dominikus Arcarius Depha Daki, menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari evaluasi produk sebelumnya berupa mi kelor.
Menurutnya, masyarakat cenderung lebih menyukai produk roti sebagai camilan sehat sehingga Kompiang Kelor dipilih sebagai alternatif pangan bergizi yang lebih mudah diterima pasar.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan