Kupang, RakyatNTT.ID – Serba mahal di negeri yang katanya sejuta potensi. Mencermati dinamika perekonomian bangsa yang mengerek harga gila-gilaan, mengundang beragam reaksi masyarakat Indonesia.

Sebagai pengusaha asal NTT yang sukses di Jakarta, Fransiscus Go pun berceloteh. Begini pandanganya saat bincang-bincang dengan RakyatNTT.ID, Jumat (5/6/2026).

Pedagang kecil itu mungkin makhluk yang luar biasa. Mereka adalah satu-satunya spesies ekonomi yang setiap hari mendengar kabar harga naik, tetapi tetap dituntut tersenyum kepada pelanggan.

Iklan

Harga beras naik.
Minyak goreng naik.
Gas naik.
Telur naik.
Cabai naik.
Bawang naik.

Yang tidak naik cuma semangat hidup, karena sudah kelelahan duluan.

Namun pedagang kecil masih berusaha bijaksana. Mereka tidak langsung menaikkan harga. Mencoba bertahan. Mencoba memahami keadaan. Mencoba menjadi pahlawan inflasi tanpa piagam penghargaan.

“Sudahlah, pakai harga lama saja.” Begitu pikir mereka. Lalu mereka menunggu pembeli.

Dan menunggu.
Dan menunggu.
Dan menunggu.

Sampai lalat yang lewat mulai dianggap pelanggan potensial.

Ternyata bukan hanya harga jual. Masalahnya pembeli juga sedang bertahan hidup. Pedagang kecil menurunkan margin. Pembeli menurunkan belanja. Yang naik hanya tagihan.